Showing posts with label pelajaran. Show all posts
Showing posts with label pelajaran. Show all posts
Soal !
Buat program yang memiliki struktur lokasi, dapat menerima input lokasi dari user sebanyak yang di ingin kan oleh user, dan menampilkan lokasi yang telah di input !
Jawab !
Java Scrip :
Input :
READ MORE
Buat program yang memiliki struktur lokasi, dapat menerima input lokasi dari user sebanyak yang di ingin kan oleh user, dan menampilkan lokasi yang telah di input !
Jawab !
Java Scrip :
Input :
- Buat program yang menerima input sebush kalimat yang di akhiri dengan tanda titik. Program kemudian mencetak perkata , perbaris dan jumlah kata.
Jawaban :
- Source
NIM : TI111031
Jurusan : D4 Teknik Informatika
Semester : 3
Soal !
Buatlah program yang menggabungkan 4 program yaitu :
- Mengetahui tahun kabisat dan tahun yang bukan tahun kabisat.
- Menampilkan banyaknya bilangan ganjil dan genap.
- Menampilkan perulangan kata.
Input :
Pengertian Fungsi ( function )
Function/fungsi adalah satu blok kode yang melakukan tugas tertentu atau satu blok instruksi yang di eksekusi ketika dipanggil dari bagian lain dalam suatu program.
Tujuan pembuatan fungsi adalah :
{
/*Badan Fungsi*/
return nilaireturn; /* untuk tipe data bukan void */
}
Jenis-jenis fungsi pada C++
Ada dua jenis fungsi yaitu :
1. Void ( Fungi tanpa nilai balik )
Fungsi yang void sering disebut juga prosedur. Disebut void karena fungsi tersebut tidak mengembalikan suatu nilai keluaran yang didapat dari hasil proses fungsi tersebut.
Contoh fungsi void :
2. NonVoid (Fungsi dengan nilai balik)
Fungsi non-void disebut juga function. Disebut non-void karena mengembalikan nilai kembalian yang berasal dari keluaran hasil proses function tersebut .
Ciri-ciri dari jenis fungsi non void adalah sebagai berikut:
Refferensi :
Function/fungsi adalah satu blok kode yang melakukan tugas tertentu atau satu blok instruksi yang di eksekusi ketika dipanggil dari bagian lain dalam suatu program.
Tujuan pembuatan fungsi adalah :
- Memudahkan dalam pembuatan program.
- Menghemat ukuran program.
- Menguraikan tugas pemrograman rumit menjadi langkah-langkah yang lebih sederhana atau kecil.
- Mengurangi duplikasi kode (kode yang sama ditulis berulang-ulang) dalam program.
- Dapat menggunakan kode yang ditulis dalam berbagai program yang berbeda.
- Memecah program besar menjadi kecil sehingga dapat dikerjakan oleh programmer-programmer atau dipecah menjadi beberapa tahap sehingga mempermudah pengerjaan dalam sebuah projek
- Menyembunyikan informasi dari user sehingga mencegah adanya perbuatan iseng seperti memodifikasi atau mengubah program yang kita buat
- Meningkatkan kemampuan pelacakan kesalahan, jika terjadi suatu kesalahan kita tinggal mencari fungsi yang bersangkutan saja dan tak perlu mencari kesalahan tersebut di seluruh program.
Tipedata namafungsi(daftarparameter)
/*Badan Fungsi*/
return nilaireturn; /* untuk tipe data bukan void */
}
Jenis-jenis fungsi pada C++
Ada dua jenis fungsi yaitu :
1. Void ( Fungi tanpa nilai balik )
Fungsi yang void sering disebut juga prosedur. Disebut void karena fungsi tersebut tidak mengembalikan suatu nilai keluaran yang didapat dari hasil proses fungsi tersebut.
- Tidak adanya keyword return.
- Tidak adanya tipe data di dalam deklarasi fungsi.
- Menggunakan keyword void.
- Tidak dapat langsung ditampilkan hasilnya.
- Tidak memiliki nilai kembalian fungsi
- Keyword void juga digunakan jika suatu function tidak mengandung suatu parameter apapun.
- Void : void tampilkan_jml (int a, int b)
{
int jml;
jml = a + b;
cout<
}
Contoh fungsi void :
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void volume(int &vol, int p, int l, int t)
{ vol = p*l*t; }
main(){
int pj,lb,tg, hsl;
cout<<"Panjang = ";cin>>pj;
cout<<"Lebar = ";cin>>lb;
cout<<"Tinggi = ";cin>>tg;
volume(hsl,pj,lb,tg);
cout<<"\nVolume = "<<hsl;
getch();
}
#include <conio.h>
void volume(int &vol, int p, int l, int t)
{ vol = p*l*t; }
main(){
int pj,lb,tg, hsl;
cout<<"Panjang = ";cin>>pj;
cout<<"Lebar = ";cin>>lb;
cout<<"Tinggi = ";cin>>tg;
volume(hsl,pj,lb,tg);
cout<<"\nVolume = "<<hsl;
getch();
}
Hasilnya :
Fungsi non-void disebut juga function. Disebut non-void karena mengembalikan nilai kembalian yang berasal dari keluaran hasil proses function tersebut .
Ciri-ciri dari jenis fungsi non void adalah sebagai berikut:
- Ada keyword return
- Ada tipe data yang mengawali fungsi
- Tidak ada keyword void
- Memiliki nilai kembalian .
- Dapat dianalogikan sebagai suatu variabel yang memiliki tipe data tertentu
- Sehingga dapat langsung ditampilkan hasilnya
- Non-void : int jumlah (int a, int b)
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
int volume(int p, int l, int t)
{ int vol;
vol = p*l*t;
return vol; }
main(){
int pj,lb,hsl,tg;
cout<<"Panjang = ";cin>>pj;
cout<<"Lebar = ";cin>>lb;
cout<<"Tinggi = ";cin>>tg;
hsl=volume(pj,lb,tg);
cout<<"\nLuasnya = "<<hsl;
getch();
}
#include <conio.h>
int volume(int p, int l, int t)
{ int vol;
vol = p*l*t;
return vol; }
main(){
int pj,lb,hsl,tg;
cout<<"Panjang = ";cin>>pj;
cout<<"Lebar = ";cin>>lb;
cout<<"Tinggi = ";cin>>tg;
hsl=volume(pj,lb,tg);
cout<<"\nLuasnya = "<<hsl;
getch();
}
Hasilnya :
- http://ilmukamu.wordpress.com/
- http://belajarohbelajar.blogspot.com/
- http://hera_agustina.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/30695/Function.pdf
- http://id.wikibooks.org/wiki/Pemrograman_C/Prosedur_dan_Fungsi
Dikutip dari wikipedia, Batik adalah
salah satu cara pembuatan bahan pakaian. Selain itu batik bisa mengacu
pada dua hal. Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Dalam literatur internasional, teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing.
Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik
tersebut, termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki
kekhasan. Batik Indonesia, sebagai keseluruhanteknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober, 2009.
Etimologi
Kata "batik" berasal dari gabungan dua kata bahasa Jawa: "amba", yang bermakna "menulis" dan "titik" yang bermakna "titik".
Sejarah teknik batik
Seni pewarnaan kain dengan teknik pencegahan pewarnaan menggunakan malam adalah salah satu bentuk seni kuno. Penemuan di Mesir menunjukkan bahwa teknik ini telah dikenal semenjak abad ke-4 SM, dengan diketemukannya kain pembungkus mumi yang juga dilapisi malam untuk membentuk pola. Di Asia, teknik serupa batik juga diterapkan di Tiongkoksemasa Dinasti T'ang (618-907) serta di India dan Jepang semasa Periode Nara (645-794). DiAfrika, teknik seperti batik dikenal oleh Suku Yoruba di Nigeria, serta Suku Soninke danWolof di Senegal.Di Indonesia, batik dipercaya sudah ada semenjak zaman Majapahit, dan menjadi sangat populer akhir abad XVIII atau awal abad XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad XX dan batik cap baru dikenal setelah Perang Dunia Iatau sekitar tahun 1920-an.
Walaupun kata "batik" berasal dari bahasa Jawa, kehadiran batik di Jawa sendiri tidaklah tercatat. G.P. Rouffaer berpendapat bahwa tehnik batik ini kemungkinan diperkenalkan dari Indiaatau Srilangka pada abad ke-6 atau ke-7.Di sisi lain, J.L.A. Brandes (arkeolog Belanda) dan F.A. Sutjipto (arkeolog Indonesia) percaya bahwa tradisi batik adalah asli dari daerah sepertiToraja, Flores, Halmahera, dan Papua. Perlu dicatat bahwa wilayah tersebut bukanlah area yang dipengaruhi oleh Hinduisme tetapi diketahui memiliki tradisi kuna membuat batik.
G.P. Rouffaer juga melaporkan bahwa pola gringsing sudah dikenal sejak abad ke-12 di Kediri,Jawa Timur. Dia menyimpulkan bahwa pola seperti ini hanya bisa dibentuk dengan menggunakan alat canting, sehingga ia berpendapat bahwa canting ditemukan di Jawa pada masa sekitar itu.
Detil
ukiran kain yang menyerupai pola batik dikenakan oleh Prajnaparamita,
arca dewi kebijaksanaan buddhis dari Jawa Timur abad ke-13. Detil
pakaian menampilkan pola sulur tumbuhan dan kembang-kembang rumit yang
mirip dengan pola batik tradisional Jawa yang dapat ditemukan kini. Hal
ini menunjukkan bahwa membuat pola batik yang rumit yang hanya dapat
dibuat dengan canting telah dikenal di Jawa sejak abad ke-13 atau bahkan lebih awal.
Legenda
dalam literatur Melayu abad ke-17, Sulalatus
Salatin menceritakan Laksamana Hang Nadim yang diperintahkan oleh Sultan
Mahmud untuk berlayar ke India agar mendapatkan 140 lembar kain serasah dengan
pola 40 jenis bunga pada setiap lembarnya. Karena tidak mampu memenuhi
perintah itu, dia membuat sendiri kain-kain itu. Namun sayangnya
kapalnya karam dalam perjalanan pulang dan hanya mampu membawa empat
lembar sehingga membuat sang Sultan kecewa.Oleh beberapa penafsir,who? serasah itu ditafsirkan sebagai batik.
Dalam literatur Eropa, teknik batik ini pertama kali diceritakan dalam buku History of Java (London,
1817) tulisan Sir Thomas Stamford Raffles. Ia pernah menjadi
Gubernur Inggris di Jawa semasa Napoleon menduduki Belanda. Pada 1873
seorang saudagar Belanda Van Rijekevorsel memberikan selembar batik yang
diperolehnya saat berkunjung ke Indonesia ke Museum Etnik
di Rotterdam dan pada awal abad ke-19 itulah batik mulai mencapai masa
keemasannya. Sewaktu dipamerkan di Exposition Universelle di Paris pada tahun 1900, batik Indonesia memukau publik dan seniman.
Semenjak
industrialisasi dan globalisasi, yang memperkenalkan teknik
otomatisasi, batik jenis baru muncul, dikenal sebagai batik cap dan
batik cetak, sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik
tulisan tangan menggunakan canting dan malam disebut batik tulis. Pada
saat yang sama imigran dari Indonesia ke Persekutuan Malaya juga membawa
batik bersama mereka.
Budaya batik
Batik
adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi
bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama.
Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka
dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan
membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya
"Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini.
Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang
memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak "Mega
Mendung", dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah
lazim bagi kaum lelaki.
Tradisi
membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga
kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga
tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang.
Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai
oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Batik
merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini
masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh
Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi
PBB.
Corak batik
Ragam
corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing.
Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan
beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik
pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan
juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah
dipopulerkan oleh Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix.
Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya
adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga
tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau
kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna
biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai
dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki
perlambangan masing-masing.
Cara pembuatan
Semula
batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat
dari kapas yang dinamakankain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas
bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis
lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan
alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif
berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain
yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warnayang
diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian
dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah
beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke
dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.
Jenis batik
Menurut teknik
- Batik tulis adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik menggunakan tangan. Pembuatan batik jenis ini memakan waktu kurang lebih 2-3 bulan.
- Batik cap adalah kain yang dihias dengan teksture dan corak batik yang dibentuk dengan cap ( biasanya terbuat dari tembaga). Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2-3 hari.
- Batik lukis adalah proses pembuatan batik dengan cara langsung melukis pada kain putihPakmun (bicara)
Menurut asal pembuatan
Sumber: http://k-sem.blogspot.com/
Pertama-tama buat scrip nya seperti di baeah ini:
#include <iostream.h>
void main ()
{
int bg, H;
for(bg=999;bg>=801;bg-=2)
{
cout<<"Bilangan ganjil :"<<bg<<endl;
}
}
nah ini outputnya ini :
READ MORE
#include <iostream.h>
void main ()
{
int bg, H;
for(bg=999;bg>=801;bg-=2)
{
cout<<"Bilangan ganjil :"<<bg<<endl;
}
}
NAMA : YAYAT RUHIYAT
NIM : TI111031
Membuat Program Menghitung Rata-rata untuk Daftar Nilai Mahasiswa
Soal :
Buatlah program untuk daftar nilai mahasiswa sebagai berikut :
Input : Jumlahdata (n) dan Nilaike-1 s/dNilaike-n
Output : Total nilai dan Nilairata-rata(rata-rata = nilaitotal / jumlahdata)
Jawab :
READ MORE
NIM : TI111031
Membuat Program Menghitung Rata-rata untuk Daftar Nilai Mahasiswa
Soal :
Buatlah program untuk daftar nilai mahasiswa sebagai berikut :
Input : Jumlahdata (n) dan Nilaike-1 s/dNilaike-n
Output : Total nilai dan Nilairata-rata(rata-rata = nilaitotal / jumlahdata)
Jawab :
#include "iostream.h"
int main()
{
int nilai, i, x, jum;
jum=0;
cout<<"\t Penghitung Rata-Rata
Nilai"<<'\n';
cout<<"\t YAYAT
RUHIYAT"<<'\n';
cout<<"\t TI111031"<<'\n';
cout<<"
===================================================================="<<'\n'<<'\n';
cout<<"\t\tMasukkan Jumlah
Banyaknya Nilai Dalam 1 Semester : ";cin>> i;
for(x=1;x<=i;x++)
{
cout<<"\t\tMasukkan
Nilai Ke "<< x <<" : ";
cin>>nilai;
jum=jum+nilai;
}
cout<<"\t\tHasil Jumlah
Nilai :"<<jum<<'\n';
cout<<"\t\tHasil Rata-rata
:"<<jum/i<<'\n';
}
Output :
Pemograman C++
Nama : Yayat Ruhiyat
NIM : TI111031
Contoh-contoh
program array :
1. Jumlah
bilangan
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
int n, i, A[100],j;
cout<<
"Masukan Bilangan N : ";
cin>>n;
for (i=0; i<n;
i++)
{
cout<< "Masukan Bilangan Ke "<< i+1 <<" :
";
cin >> A[i];
}
for (i=0; i<n; i++)
{
j = (n-1) - i;
cout <<
"\ta[" << j <<"] = " << A[j]<<
endl;
}
return 0;
}
2.
Menghitung Nilai rata2 dari Array
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
int n, i, A[100],
total=0;
float rata2;
cout<<
"Masukan Nilai : ";
cin>>n;
for (i=0; i<n;
i++)
{
cout<< "Masukan Nilai ke "<< i+1 <<" : ";
cin>> A[i];
total=total + A[i];
}
rata2=total/n;
cout << "maka rata2nya adalah : " << rata2 <<
endl;
return 0;
}
3. Menghitung
Frekuensi yang mucul di array
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
int n, i, j, tot=0,
A[100];
cout <<
"Masukan Bilangan : ";
cin>>n;
for (i=0; i<n;
i++)
{
cout << "Masukan nilai ke "<< i+1 <<" :
";
cin>>A[i];
}
cout << "Masukan
Angka yang akan di hitung frekuensinya : ";
cin>> A[i];
for (j=0; j<n;
j++)
{
if (A[j]==A[i])
{
tot=tot+1;
}
}
cout<<
"Maka Nilainya adalah :" <<tot;
return 0;
}
4. Menghitung
bilangan Genap dan Ganjil Dalam Array
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
int n, i, A[100];
cout <<
"Masukan berapa banyak bilangan :";
cin>>n;
for (i=0; i<n;
i++)
{
cout << "Masukan nilai ke "<< i+1 << " :
";
cin>> A[i];
}
int totg=0, gnp=0,
totj=0, gjl=0;
for (i=0; i<n;
i++)
{
if (A[i]%2==0)
{
totg=totg+A[i];
gnp=gnp+1;
}
else
{
totj=totj+A[i];
gjl=gjl+1;
}
}
cout <<
"Jumlah Bilangan Genap : " << gnp << endl;
cout <<
"Jumlah Genap : " << totg << endl;
cout <<
"Jumlah Bilangan ganjil : " << gjl << endl;
cout <<
"Jumlah Ganjil : " << totj;
return 0;
}
5. Menghitung
Nilai Max dan Min
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
float A[100];
int n, i,j, max =
A[0];// min = A[0];
cout <<
"masukan nilai N : ";
cin>>n;
for (i=0; i<n;
i++)
{
cout << "Masukan nilai ke "<< i+1 <<" :
";
cin >>A[i];
}
for (i=0; i<n;
i++)
{
if ( A[i] > max )
max = A[i];
}
int min = A[0];
for (j=0; j<n;
j++)
{
if ( A[j] < min )
min = A[j];
//cout << min << endl;
}
cout <<
"nilai Max : " << max << endl;
cout <<
"nilai Min : " << min;
return 0;
}
while
max=A[0]
i=0
while (i<n) do
read(A[i])
i=i+1
endwhile
i=1
while (i<=n) do
if( A[i] > max
6. Melakukan
pencarian hitungan di array
#include <iostream>
using namespace std;
int main ()
{
int n, i, j, tot=0,
A[100];
cout <<
"Masukan Bilangan : ";
cin>>n;
for (i=0; i<n;
i++)
{
cout << "Masukan nilai ke "<< i+1 <<" :
";
cin>>A[i];
}
cout <<
"Masukan Angka yang akan di hitung frekuensinya : ";
cin>> A[i];
for (j=0; j<n;
j++)
{
if (A[j]==A[i])
{
cout<<"Nilai yang di cari terdapat di index ke : "<<j+1 ;
break;
}
}
return 0;
}
